Rabu, 04 Desember 2013

KORUPSI ' DARI rakyat, OLEH rakyat, dan UNTUK rakyat '


Negara Indonesia, harus kita akui bahwasannya Negara kita adalah Negara jajahan, Negara yang memiliki daya jual tinggi akan sumber daya alam maupun manusia. Sehingga membuat bangsa lain berbondong bondong memperebutkan bumi rempah. Mulai dari bangsa portugis hingga bangsa sakura, beratus – ratus tahun masyarakat Indonesia telah berpengalaman terjajah oleh bangsa asing. Kehidupan sengsara, susah, dan menjadi budak di tanah sendiri.
Selama kurun waktu itu bangsa kita mengumpulkan jutaan asa untuk mensejahterakan anak cucu, agar kelak keturunan mereka bisa merasa sepenuhnya memiliki tanah air Indonesia. Dan tepatnya perjuangan nenek moyang kita sampai pada klimaks, kala Ir. Soekarno beserta Moh Hatta memproklamasikan Negara kita pada 17 Agustus 1945. Walaupun banyak menuai pertentangan tentang kemerdakaan Indonesia, akan tetapi bangsa kita lebih terhormat mendapatkan kemerdekaannya dengan perjuangan para pahlawan bukan pemberian dari penjajah.
Sudah 68 tahun terasa Indonesia berkibar, dan selama ini kita telah memiliki sepenuhnya atas bumi pertiwi. Latar belakang sebagai bangsa yang terjajah masihkah melekat pada jiwa kita? Walaupun kemerdekaan telah lama di nyatakan, kesejahteraan akan masyarakat Indonesia yang belum merata di rasa seperti vonis tersendiri bagi beberapa kalangan tersebut. Kemerdekaan yang setiap 17 agustus senantiasa di peringati seolah menjadi sindiran bagi mereka tentang jiwa dan raga yang masih terjajah di Negara yang merdeka. Lalu siapa yang sekarang menjajah negeri kita ? Negara kita Indonesia bukanlah di jajah oleh bangsa lain, melainkan di jajah oleh bangsanya sendiri. Bangsa yang sudah berpengalaman terjajah beratus ratus tahun sekarang menjajah negrinya sendiri.
Walaupun bentuk penjajahan bukan secara fisik, akan tetapi bentuk penjajahan pola pikir dan juga budaya adalah penjajahan yang paling fundamental, berpengaruh besar terhadap perkembangan suatu bangsa. Dewasa ini penjajahan pola pikir dan budaya ‘ KORUPSI ‘ di indonesia sudah tak asing lagi, korupsi sudah mulai menjalar di semua kalangan masyarakat. Tidak kenal ampun baik itu orang kaya, miskin, tua, muda semua elemen masyarakat secara gampang akan terkena budaya korupsi itu sendiri.
Budaya yang telah mengakar di kehidupan bangsa kita ini memang terasa sulit untuk di hapuskan, terkadang kita dengan bringasnya memvonis seseorang melakukan tindakan korupsi tersebut tanpa memikir panjang mengapa mereka korupsi? Sebenarnya pengaplikasian dari korupsi itu luas, akan tapi yang lebih familiar dan sering kita temukan yaitu korupsi dalam lingkungan pemerintahan atau politik. Di pemerintahan Indonesia kita mengenal sistem pemerintahan yang telah di anut oleh bangsa kita yaitu Demokrasi, sistem yang menempatkan rakyat menjadi pemegang kedaulatan penuh atas Negara atau yang lebih kita kenal dengan slogan ‘ dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat ‘. Secara tidak sadar sistem demokrasi tidak jauh beda dengan korupsi, dalam kita menentukan pemimpin tentunya keramahan serta kedermawanan calon sangatlah hangat bahkan sering setiap di gelarnya pesta demokrasi uang berhamburan di mana mana. Dengan mudahnya partisipasi kita dalam menentukan wakil rakyat sebagai masyarakat awam terbeli oleh keramahan dan kedermawanan calon. Sedangkan akhirnya setelah mereka terpilih sebagai wakil rakyat mereka pun menuntut kembali atas modal yang telah mereka keluarkan. Dan secara tidak langsung imbas dari penuntutan kembali itu mencekik kesejahteraan masyarakat yang lain, dan kita sebagai pemilih dan penikmat modal awal juga termasuk actor utama dalam berjalannya sebuah kasus korupsi tersebut.
Jika kita lebih selektif dan mendalami lagi perihal ‘ dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat ‘ ketika sebuah kasus terjadi di pemerintahan baik itu pelanggaran maupun kebijakan, sebenarnya kita secara real juga termasuk pemeran dalam menentukan keberhasilan itu semua. Dari rakyat, mereka para wakil rakyat dan juga pemimpin awal mulanya adalah rakyat biasa seperti kita yang mepunyai tujuan sendiri untuk mengembangkan bangsa. Oleh rakyat yang menentukan mereka menjadi wakil dan pemimpin adalah kita semua sebagai warga Negara Indonesia. Untuk rakyat baik dan tidak nya tujuan wakil serta pemimpin yang kita pilih imbasnya secara langsung mengarah pada kita antara kesejahteraan dan juga kesengsaraan.
Oleh sebab itu kita sebagai masyarakat yang menentukan keberlangsungan sistem pemerintahan Negara agar dapat berkesinambungan dengan rakyat dan semakin mensejahterakan rakyat. Jangan mudah di butakan oleh uang sesaat yang berujung pada kesengsaraan. Seringnya kita tidak menyadari bahwa kesalahan mereka juga termasuk kesalahan kita pribadi. Ketika kita menyematkan title mereka sebagai “ koruptor “ secara tidak langsung juga kita menyematkan title yang sama pula untuk diri kita sendiri. Jadi bersikaplah lebih bijak lagi dengan peranan penting kita sebagai warga Negara Indonesia. Apalagi warga Muslim Indonesia, Salam Koruptor untuk kita semua pelestari budaya korup bangsa.


www.nu.or.id

Jumat, 25 Oktober 2013

Mahasiswa ' DUDUK dan MENULISLAH '


Dewasa ini polemik yang melanda negeri kita semakin beragam, mulai dari ekonomi, pendidikan, budaya, dan yang senantiasa hangat adalah politik. Dari sekian banyaknya masalah, negeri kita semakin tersungkur dalam badainya sendiri, sehingga besar kemungkinan akan sulit untuk berdiri, apalagi mengobati diri.
Masyarkat Indonesia cenderung bingung, tentang apa yang harus di lakukan untuk membenahi itu semua. Dari sekian banyaknya elemen serta fungsi keberagaman mereka justru focus pada satu titik yang bukan tugasnya. Acapkali kita membuang tenaga, hanya untuk melakukan hal yang notabenya minim pengaruh dalam pengembangan bangsa. Terlebih untuk para kaum intelektual muda, Mahasiswa. Sering kala ada masalah yang melanda negeri, para mahasiswa membuang tenaga untuk berdemo. Kadang juga ada yang tidak perduli dengan almamaternya hingga menanggalkan kedamaian dan justru menciptakan masalah baru, macet misalnya.

Padahal semestinya orang yang berpendidikan adalah kekuatan untuk mengembangkan dan memajukan suatu bangsa. Sering kata “ kekuatan “ ini kurang tepat guna dalam pengaplikasiannya, kekuatan lebih sering diartikan sebagai tindakan keras untuk melawan ketidak benaran, bahkan mendekati dengan anarkis. Tidak malukah para mahasiswa di sebut sebagai seorang anrkis?. Lalu apa selama ini yang dapat di siratkan untuk perkembangan bangsa oleh para penerus yang anarkis?. Generasi yang pongah dan tidak mengenal aturan itulah titik akhir yang dapat di simpulkan.

Dalam sebuah potongan sajak WS. Rendra “ kita mesti keluar ke jalan raya, ke luar ke desa – desa, mencatat sendiri semua gejala, dan menghayati persoalan yang nyata ” (sajak sebatang lisong). Dapat di jadikan landasan bagi mahasiswa, bahwa kita memang perlu turun langsung ke jalan tapi bukan dengan demonstrasi. Turun ke jalan adalah supaya kita memang benar tahu tentang kenyataan di masyarakat, tentang problema yang di alami. Kemudian kita menghayati bagaimana jalan keluar yang efesien.

Mahasiswa ‘ duduk dan menulislah ‘ bukan bermaksud membatasi lingkup para orator kerakyatan. Ketika telah menelaah banyak tentang masalah yang merundung bangsa ini, asyiknya lagi jika mahasiwa dapat menuliskan jalan keluar merumuskan rumus rumus baru yang memang sering sulit di cerna, mana kala teori tentang permasalahan negeri ini di uraikan oleh para akademisi yang terlalu picik berkiblat pada teori imporan, yang sebenarnya tak memahami watak, karakter serta tradisi bangsa. Mahasiswa dituntut menjadi pengembang Negara, dengan kekreatifitasan mereka, mereka dapat menyederhanakan teori yang sesuai dengan karakter masyarakat. Sehingga teori tersebut dapat di baca banyak kalangan dan terlebih jadi sumber inspirasi dan landasan orang. Tidak perlu berpanas panasan demo, membikin masyarakat lain was was, yang sering kali hanya lingkup itu itu saja yang tahu tentang aksi dan niat para mahasiwa.

Senin, 21 Oktober 2013

Leadership Ala Power Ranger


Di dalam kehidupan kita sehari hari tentunya kita tidak dapat terlepas dari kepemimpinan atau dalam istilah kerennya Ledership. Ledership adalah sebuah sifat seorang pemimpin, sedangkan kita manusia di ciptakan di bumi ini untuk menjadi pemimpin bumi. Banyak kita jumpai akhir akhir ini beberapa pemimpin yang kerap lelai dalam mengambil sikap untuk menetukan sebuah kebijakan. Imbasnya, kerugian di rasakan berbagai elemen masyarakat. Sebenarnya sifat serta sikap pemimpin bukan hanya perlu di pelajari oleh beberapa orang yang ingin meraih simbolitas tertinggi di sebuah kelompok, akan tetapi semua elemen masyarakat juga perlu dan penting untuk mempelajarinya.

Di sekitar kita banyak contoh yang bisa kita ambil sebagai pelajaran tentang kepemimpinan, seperti halnya tontonan anak anak. Sebut saja Power ranger, dulu semasa kecil hiburan ini menjadi hiburan favorit, karena robot robot yang keren dan juga sikap seorang hero dalam meberantas kejahatan. Padahal semestinya masih banyak pelajaran yang dapat kita ambil. Ketika musuh mereka berubah menjadi raksasa yang hendak memporakporandakan bumi, biasanya Power Ranger menggunakan senjata mereka masing masing untuk di satukan menjadi sebuah robot yang keren. Tentunya senjata mereka berbeda beda ada yang mobil ambulance, pemadam, nascar dan lain sebagainya. Mereka menyusun satu kekuatan ada yang berfungsi sebagai kaki, tangan,badan, serta kepala. Sebagaimana dalam kita menjalani kehidupan, tidak semua orang harus jadi kepala, kepala tak akan bearti tanpa adanya badan yang menyangga, tidak mampu berdiri tanpa kaki yang menopang, serta tidak mampu mengambil dan menggunakan senjata tanpa adanya tangan. Inilah sebuah potret kehidupan bermasyarakat, kita tersusun dari berbagai elemen yang berbeda. kemudian di satukan dalam sebuah wadah yang saling melengkapi.


Biasanya, komando robot power ranger berada di kepala, dan sebuah kepemimpinan harus memiliki seorang ketua / kepala yang mengomando bagaimana jalannya sebuah kelompok. Kita tentunya akan amburadul jikalau jalan kita tanpa komando, dan terlebih akan lama bahkan terancam gagal mencapai sebuah tujuan. Dan ketika berada di kepala kita tidak serta merta menjadikan kesempatan tersebut sebagai keuntungan pribadi untuk menguasai sebuah kelompok. Bagaimana jika sikap itu di lakukan oleh Power ranger merah yang biasanya menjadi pemimpin para ranger, pastinya mereka sudah musnah di lahap para monster. Akan tetapi dengan menyatukan tekat dan niat untuk menyelamatkan bumi, mereka saling melengkapi fungsi mereka sebagai ranger. Tidak meninggikan ego dan kepentingan individual.

Biasanya kita sebagai masyarakat, pelengkap sebuah kepemimpinan selalu menuntut kepentingan pribadi, tanpa berfikir kepentingan yang lebih fital dan akhirnya ketidak percayaan timbul dan menjadi sebuah kerapuhan dalam sebuah kelompok. Begitu juga kerap pemimpin yang kurang bertanggung jawab pada jabatannya, mereka banyak menumpuk kepentingan mereka dan mengubur kepentingan bersama. Untuk saling memahami, seyogjanya kita semua saling belajar bukan hanya pemimpin atau leder yang belajar untuk memahami masyarakat akan tetapi masyarakat/rakyat juga harus belajar untuk mendukung berjalannya sebuah kepemimpinan tersebut.
Mari kita semua bukan saatnya saling menyalahkan, kita berdiri sebagaimana fungsi kita di masyarakat. Yang menjadi kaki, yang menjadi tangan, yang menjadi badan, serta yang menjadi kepala. Kesatuan Power ranger dapat menjaga bumi dari serangan monster. Begitu juga kesatuan kita sebagai masyarakat Indonesia dapat menjadikan perkembangan, kemajuan, serta ketentraman bangsa.


Terinspirasi dari Pelatihan LATFAS 1 IPNU bersama IPPNU Korda PATI

Senin, 12 November 2012

lari, dan tinggalkan


biarlah
biarlah rasa ini kian menjadi
kian mengakar hingga hulu

dan jangan kalian perdulikan aku
aku menikmati ini
entah hingga kapan
aku tak mau berjanji
tapi terus berusaha
untuk menjaga api ini

kalian tak usah perdulikan aku
cukup untuk melihat senyum terpancar dr raut kalian
dan terjamin bahagia 
maka lebih indah hidup ku
walau bukan harus dengan  . . . . . . . . . . .
aku, dekil, kulut, keras kepala, bulshit, tak beratur, gila, tak punya apa apa . . . . . 
dan tak ada yang diandalakan . . . .

maka teruslah memacu kalian
bahkan berlari perlu itu
di kejauhan
sebisa mungkin aku membantu  . . . .


kudus 12 november 2012

Selasa, 12 Juni 2012

Sebuah kata " Usai "


Tak ada bahkan tak akan pernah ada
Sebuah kata tentang “ usai “
Kala hari telah sirna
Bukanlah akhir

Senja itu bagaikan rahwana yang menelan
Satu langkah esok tadi
Murungmu janganlah lanjutkan
Garis wajahmu sudah terlalu kisut

Taukah ???
Malam ini rebahkan saja letihmu
Rembulan dan bintang jauh lebih indah
disana dapat kau larutkan mimpi dan harapanmu
jangan tenggelamkan diri pada kegagalan

Dimana kala kita harus pahami
Burung pun dapat jatuh
Dari terbangnya
Begitu pula kelopak bunga
Indah tapi waktu pasti akan menggerusnya
Langakah kaki kita
Asa , harapan itu akan selalu membara dan hidup
Janganlah kau surut kala badai itu menerjang
Kita adalah keturunan pelaut
Tak ada seorang pelaut yang mundur dari badai

Senyumlah

yakin, Esok Matahari akan datang
itu, dapat kau mulai dengan ribuan kemelut di otakmu
jutaan harapan di ayalmu

                                                                        

                            abud si bambu runcing
                               (12 Juni 2012)

Jumat, 25 Mei 2012

Euro 2012 " Poland - Ukraine " 

Sebentar lagi kita akan menyambut perhelatan Bola terbesar di Benua biru, yang lebih di kenal dengan sebutan Euro 2012. Pesta bola tersebut tahun ini di selenggarakan di dua Negara yang berbeda, yaitu Polandia dan Ukraine. Tepatnya pada tanggal 8 juni 2012 Euro 2012 akan resmi di buka di Stadion Narodowy (Stadion Nasional Polandia)  yang terletak di kota Warsawa, Polandia. Pada pertandingan pembuka ada Tuan rumah Polandia menjamu Yunani yang pernah tampil sebagai juara Euro di tahun 2004 silam.
Euro 2012 kali ini akan di ikuti oleh 16 Negara, yang di telah di bagi menjadi empat grup. Yaitu :

Grup A :

Ø      Polandia
Ø      Yunani
Ø      Rusia
Ø      Ceko

Grup B  (Grup neraka)

Ø      Belanda
Ø      Denmark
Ø      Germany
Ø      Portugal

Grup C :

Ø      Spanyol
Ø      Italia
Ø      Rep. Irlandia.
Ø      Kroasia.

Grup D :

Ø      Ukraine
Ø      Swedia
Ø      Perancis
Ø      Inggris

Dari masing masing grup, dapat di simpulkan bahwa persaingan di Grup B lah yang paling ketat antara Germany, Belanda dan Portugal, selain itu skuad denmark di grup B dapat di sebut sebagai Under Dog.

Di grup A yang lebih mendominasi adalah Rusia yang pada perhelatan Euro 2008 telah memborbardir Negara besar, di susul kemudian Yunani, Polandia sebagai tuan rumah, baru Rep Ceko.

Di grup C Spanyol akan lebih percaya diri tampil di Euro 2012 sebagi juara 2008 dan juara Piala Dunia 2010. Kemudian ada Italy, Kroasia barulah Rep. Irlandia.


Di grup D Perancis akan saling menbungkam dengan Inggris kemudian swedia dan Ukraine ( sebagai tuan rumah ).

Untuk tahun ini ajang Euro 2012 akan di siarkan secara langsung oleh salah satu Stasion Televisi swasta Indonesia. Jadi tidak usah khawatir untuk dapat menyeksikan idola bola anda – anda. 

Berikut adalah jadwal pertandingan Euro 2012 : 


Jumat, 16 Maret 2012

AROMA SLIM


rokok kretek ini punya khas dan rasa yang beda 
bentuk yang unik (tidak seperti rokok kretek biasanya) mebuat aroma slim ngejrenk untuk di bawa
kalau anda tidak percaya, silahkan buktikan sendiri dengan harga Rp. 5.500 anda akan mendapatkan 16 btg
31 mg TAR 2.0 mg Nikotin 
 

Kamis, 15 Maret 2012

Harapan HUJAN




Perlahan
Rintik berjatuhan
Sejuk,
Aroma genting panas tercuat hebat
Tersimbar air dari langit
Debu jalan,
Perlahan menghilang
Tersapu
Di ujung sana, petani tersenyum
Sewah gersang kini jadi harapan
Hmm
Keriuhan pun perlahan hening
Serentak menghayati,
Akan makna hujan siang ini
Bekas ban, jejak kaki, keringat bahkan ludah pun ikut hilang
Tapi apakah duka dan kegelisahan dapat hilang

Kuharap HUJAN dapat melunturkannya
                                               ( 28 okt 2011 )

Kamis, 08 Maret 2012

Suara yang sering terbuang




Tak mampu lagi penaku menulis
Diatas air mata yang banjir
Menggenang bangsa
Sembab pun tak terbendung
Oleh selipan senyum

Sebisa dikaca layar kuamati
Sengsara yang di umbar di mana mana
Sana !!!
Metropolitan, tak jadi jaminan
Maslahat dan sejahtera

Konflik tak kunjung surut
Malah bagai ombak di sore hari
Selalu pasang
Macam apa ini ???

Hidupku di pinggiran kota kretek
Sengaja ku hampiri ahmad yani yang terpajang depan gedung DPRD
Senyum kusapa untuknya
Mungkin jika kau rasa
Tak hanya air mata yang kau kucurkan
Tapi sayatan belati kau julurkan
kau pun tanpa malu berlari kealun alun kota
telanjang hanya balutkan sang pusaka merah putih

sudah bosan kritik di sampaikan
tak ada jawaban apalagi pembenahan
harus apalagi ??
tunggukah tsunami gulung ?
mungkin rumah diratakan gempa ?
atau ladang di gersangkan oleh panas?

Heh, itu semua juga takkan merubah
Orangnya sudah terlanjur terkuasai nafsu
Bibir, bibir mereka boleh manis
Tingkkahnya sering tragiskan nasib

Tuntut kami tak banyak,
Bukan subsidi peringan beban
Tak pula buatkan mewah rumah
Apalagi minta blackberry canggih

Yang kami ingin
Bukan hanya drama yang tersuguhkan
Antagonis dan protagonis
Tidak hanya pencitraan
Butuh
Cukup dengan tanggung jawab
Penuhi tugas
Tak hanya minta naik gaji
Tapi benarkan dan perbaiki kerja
Itu saja teriakan kami

8 maret 2012


Minggu, 26 Februari 2012

pemuja yang teracuhkan




Mendung telah mengkulum purnama
Menghapus keindahan
Aku coba melukis wajahmu di bentangan langit
Tapi pekat awan merundung
Membawa lari
Aku coba rajutkan namamu di hatiku 
Tapi aku takut 
Takut jikalau suatu saat
Hatiku tergores oleh sembilu
!!!. . . . . . . . Kau boleh katakan aku pecundang  
Karena mungkin terlalu takut untuk tersakiti hati
Tapi, inilah aku 
Sang pemuja keindahan
Yang senantiasa teracuhkan
                                               ( 19 Sept 2011 )

Rabu, 15 Februari 2012

ATAP


                                                  atap : pelindung penganyom sang penghuni 

Sering terbias sinar matahari . . . .
Bahkan tersayat oleh panasnya,
Kerap pula tergerus angin,
Terkadang terguyur deras hujan,
Tetap kokoh . . . . ! ! !
Bahkan senantiasa mengayomi . . .
Atap . . .
Itulah Atap . . . . ! !
Atap rumahku ,
Mungkin juga rumah mu,
Setiap saat. . . . . . .
Menentramkan, membuat seisi rumah nyaman,
Bisakah . . . . . ? ? ?
Aku bisakah sekuat itu . . . .
Sering aku rapuh. .
Pun kerap mengeluh,
Tapi aku ingin, , , ,
Ingin menjadi atap. . .
Atap yang meneduhkan,
Atap yang menjaga,
Atap yang menentramkan,
Atap . . . .! ! !
Ingin aku menjadi atap bagi hatimu
                                               ( 24 okt 2011 )

Senin, 13 Februari 2012

Membaca tradisi di zaman runyam



                                salah satu potret budaya jawa tengah : wayang main



Aku berderai bersama angin
Mengalun bagaikan ritme nada rapuh
Aku terbang bersama awan
Melambai pada katulistiwa yang runyam

Aku duduk di salah satu kursi
Berfikir diantara sumbang sumbang berita
Menyulami abjad demi abjad
Untuk sebuah tradisi yang ingin ku baca di negeri ini

Keanekaragaman yang sering di katakan usang
 Ataukah cikal bakal yang tak di banggakan . .? ?
Hmmm . . . . .
Ini warisan
Bukan sebuah kemusyrikan tentang tuhan
Bukan pula peradaban yang ketinggalan zaman , ,

                                                   
Edan , , , gila ! ! !
Terhempas oleh gelombang
Takut tergerus arus globalisasi
Alasan bulsith orang hidup

Dulu gunung menyimpan tanamanan
Pula keakraban sesama
Laut pancarkan keindahan karang
Pun eratakan persaudaraan

Aku terdiam kala ku beranjak dewasa
Semua beda
Banyak gunung kehilangan tanaman
Banyak laut gersang karang
Sawah pun sekarang di tanami rumah
Petani beralih profesi
Jadi arsitek perubah peradaban
Agraris jadi industri

Gemah ripah loh jinawe
Apapun yang di tanam pasti akan bebuah
Hah !!!!
1 kilo padi bisa jadi 1 kwintal
Kenapa juga masih impor beras ???
1 batang pohon ketela jadi bercabang singkong
1 buah mangga bisa jadi puluhan mangga matang
Negeri yang subur makmur
Apalagi kalau di tanami rumah
hotel mewah Bisa jadi
Ditanamai hutang
Bertamabah banyak pula hutang
Sungguh pintar skenario zaman edan
                                              beban hutang banyak sekarang jadi tradisi bangsa 
Sekarang booming, Pengembangan peradaban tanam hutang

Inikah peradaban yang di wariskan nenek moyang ????
Bukankah nenek moyang kita pelaut??
Bukankah nenek moyang kita petani???

Nenek moyang kita bukan seorang penghutang
Yang wariskan tumpukan hutang untuk generasinya

Hilang yang dahulu indah
Budaya tradisi terkikis oleh pongah zaman
Pelestari berlari
Minggir banggakan keasrian asing

Terbalik sekarang akal pikiran
Santun dengan blangkon di kepala
Itu dulu
Kini angkuh dengan rambut pirang yang menganga
Anggun kenakan kebaya
Sekarang sombong
Balutan baju yang kurang kainnya
Oh.... buncahkan syahwat 

                                                     potret tradisi kebanggaan masa kini  

Kemana peradaban dulu ??
Dimana ahli warisnya . . .
Mampukah garda depan memikul tanggung jawab ??
Sebagai pelestari budaya dan tradisi ???

Aku berterimakasih untuk orang orang yang bangga dengan tradisi
Aku berterimakasih untuk orang orang yang meraimaikan budaya



                     Abud si bambu runcing
                     13 januari 2012

Selasa, 07 Februari 2012

Transisi Penyambung Harapan




Roda perputaran waktu takkan pernah berhenti memacu, tidak ada kata lelah untuk terus berlalu, apalagi hanya untuk sekedar menunggu, dan tidak pula untuk ditawar. Sitiap detik waktu sangat begitu berharga untuk hanya dilewatkan begitu saja. Dalam kehidupan ini ada sebuah transisi dari generasi yang sudah berjaya (generasi tua) dan genersi tonggak massa depan bangsa (generasi muda). Dan itulah tugas kita sebagai penerus generasi yang dulu pernah berjaya. Tugas yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab.
Generasi muda adalah tonggak masa depan bangsa, apalagi di era glabalisasi sekarang ini. Bangsa kita membutuhkan peran lebih dari seorang generasi muda yang berkompeten, tidak pandang sebalah serta bermasyarakat. Generasi yang seperti itu adalah suatu kelangkaan di negeri ini, sekarang generasi muda sudah semakin teracuni oleh kehidupan hegemoni yang selalu mengedepankan materi. Dalam setiap hidupnya hanyalah mencari kesenangan tanpa berfikir tentang dampak kedepan. Apakah latar kehidupan seperti ini layak untuk menjadi tonggak masa depan bangsa…???. Lalu akan dibawa kemana bangsa kita ini, genarsi muda yang seperti ini bukanlah tonggak masa depan bangsa tapi justru akan  menjadi parit bangsa, yang akan semakin menghancurkan negeri ini.
Di Negara yang mengusung Demokrasi di dalamnya, membuat setiap warganya berhak dan mempunyai wewenang untuk mengapresiasikan kritikan dan saran. Itulah Indonesia, figure demokrasilah yang melatar belakangi berdirinya berbagai public media yang senantiasa menjembatani suara para rakyat yang tersisihkan. Di Negara yang berkembang ini yang tingkat kesejahteraan rakyat didalamnya belum merata, seolah membuat tirai pembatas hubungan antara para pinggiran dengan para pemegang pemerintahan. Tirai itulah yang membuat para pinggiran kesulitan untuk mengapresiakan ulasan hati mereka, mungkin dikarenakan keminderan dan bahkan mungkin dikarenakan keacuhan dari para penerintahan terhadap apresiasi dari para pinggiran.
 Realita yang terjadi selama ini hanya demokrasi bagi yang bermateri, dan bagi para pinggiran yang kurang terperhatikan semakin hari semakin tenggelam. Sudah tidak dapat dipungkiri lagi dan bahkan akan menjadi sebuah hukum mati. Yang sudah berlalu tidak dapat diputar lagi untuk di ulangi, kekurangan yang telah terlewatkan kini hanya butuh pembenah untuk kebaikan kedepan.
Public media, selama ini public media telah banyak membantu mengapresiakan saran dari para pinggiran, yang dulunya mereka hanya pasrah akan kehidupan yang hampir teracuhkan. Tidak hanya menjembatani suara rakyat pinggiran saja, public media juga bertugas mengawasi kinerja para pemerintahan, jikalau kinerja mereka tidak layak maka public media akan mengeksposnya kemasyarakat tentang kekurang baiknya para pemerintahan memegang amanat. 

Keeksistensian public media dalam pensejahteraan rakyat tidak luput dari aktualisasi para jurnalis yang berkompetan dalam mengkemas bahasa informasi, sehingga membuat kenyaman bagi para pembaca.
Sekaranglah saat dimana para jurnalis muda mempersiapkan transisi dari para jurnalis yang telah berjaya (jurnalis generasi tua) dalam membantu kesejahteraan rakyat. Dimana suatu saat nanti apa yang ada, akan hilang serta sirna. Yang muda akan kian menua dan yang tua akan tergantikan dengan yang muda. Itulah hukum pasti siklus kehidupan.
Para jurnalis muda mempunyai potensi dan karakter yang patut untuk dikembangkan, potensi dan karakter itu kelak akan menjadi pensejatera rakyat dan pelengkap atas kekurangan yang dimiliki oleh para pendahulu. Factor semangat lebih yang dimiliki oleh para jurnalis muda, yang notabenya adalah masa meledakanya emosional semangat mereka seolah membuat keunggulan tersendiri yang mungkin tidak dimiliki oleh para jurnalis yang telah berjaya (jurnalis generasi tua).  Pengalaaman lebih, tidak selamanya dimilliki oleh yang tua, terkadang jiwa dan emosional semangat para pemuda melahirkan suatu pembaharu yang akan menciptakan pembeda dan pelengkap dari sebelumnya.
Peran public media yang selama ini telah ikut andil dalam pensejahteraan rakyat, kini menjadi tanggung jawab para jurnalis muda yang memiliki potensi dan karakter yang khas. Peran jurnalis muda tidak hanya mengemban tanggung jawab dari public media saja, jurnalis muda yang notabenya tidak lepas dari seorang generasi muda, yang dieluelukan sebagai tonggak masadepan dan pembenah moral bangsa harus bersiap menghadapi berbgai rintangan di era globalisasi sekarang ini.
Untuk sekedar direnungi oleh generasi muda umumnya dan untuk para jurnalis muda khususnya, tertuliskan sebuah lirik lagu dari peterpan "jiwa yang lama segera (kian) pergi, bersiaplah para penggant i(karena) tak ada yang abadi".

Selasa, 31 Januari 2012

Eksotisme Rahtawu dan Puncak 29


 puncak 29 dengan kabut tebal 
Nomor : 04/ LATGAB/CBP-KKP/XII/2011                                                 11 Desember 2011
Lamp. : -
Hal : INSTRUKSI

Kepada Yth :
DKAC. CBP – KKP se – Kab. Kudus
di-
Kudus

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Salam silaturrahim kami sampaikan semoga semua aktifitas kita mendapat ridlo dari Allah SWT. Amin…
Sehubungan dengan diadakannya Latihan Gabungan ( LATGAB ) Dewan Koordinasi Cabang Corp Brigade Pembangunan (CBP) bersama Korp Kepanduan Putri (KKP) Kabupaten Kudus. Yang Insya Allah akan kami laksanakan besok pada :

Hari :               Jum'at s/d Sabtu
Tanggal :         23 s/d 24 Desember 2011
Waktu :           07.00 WIB – Selesai
Tempat :          1. Kantor PC. NU Kab. Kudus
                        2. “ Puncak 29 “ Desa Rahtawu Gebog Kudus
 
Menanggapi surat diatas kami panitia latgab Alumni diklatmad DKC CBP KKP Kudus mengadakan suvei area ( 14/12/2011). Kami berangkat pada pukul 13:00 WIB dari kantor NU Kudus, kemudian kami segera menuju Desa Rahtawu Kec Gebog. Panorama yang di suguhkan ketika kami pertama masuk Desa Rahtawu sungguh mempesona, hamparan bukit yang indah beserta sungai penuh bebatuan dan air jernih yang mengalir. Kami bertiga aku ( abud ) bersama rekan Anam dan Rekan Triaz, pertama yang kami tuju yaitu rumah bapak kepala Desa setempat guna memberikan surat pemberitahuan acara. Kemudian kami segera melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki di jalanan setapak yang cukup curam, waktu yang kami tempuh kira – kira 1,5 jam dari desa Rahtawu menuju ke Bunton / tempat persinggahan sebelum Puncak 29. Selain panorama pegunungan yang indah disini juga memiliki banyak peninggalan Kebudayaan jawa, yaitu tempat pertapaan / petilasan para leluhur, diantaranya :    Hyang Semar, Petilasan Abiyoso, Begawan Sakri, Lokojoyo, Dewi Kunthi, Makam Mbah Bunton, Hyang Pandan, Argojambangan, Jonggring Saloko dan Sendang Bunton. Oleh sebab itu area ini di keramatkan dan bagi para pendaki sebisa mungkin berhati – hati dan ojo neko – neko, supaya tidak terjadi apa – apa. 
                                      tengah perjalanan sebelum mnecapai bunton

Bunton, kami sampai di Bunton kira kira jam 16:00 WIB, sejenak kami lepas kepenatan dengan menyeduh kopi dan hisap rokok. Di Bunton terdapat beberapa warung untuk melayani para pendaki yang sejenak beristarahat, dan terdapat pula tempat penginapan meskipun hanya sederhana. Bunton lebih di kenal dengan air kehidupan sendang bunton, setiap orang yang berkunjung di sini menyempatkan diri membawa air kehidupan. Air itu berasal dari Gunung Rahtawu. Ada yang hanya untuk membasuh muka, tetapi ada pula yang sengaja mandi sepuas-puasnya. Kami pun tidak mau ketinggalan, lekas kami mandi dan mengambil sebotol air mineral ukuran 1.5 liter sebagai oleh – oleh. Di sini terdapat tempat petilasan pula, yaitu tempat petilasan Mbah Bunton sejenak kami berziarah di petilasan tersebut. Tempat ini biasanya rame di kunjungi pada waktu suronan (bulan muharram) seperti saat ini, orang – orang ngaalap barokah dari para leluhur, ataupun hanya cari jimat dan wangsit. 
                                         batu penunjuk arah ke Bunton
 Sungguh banyak pelajaran yang kami dapatkan dari perjalanan ke Bunton. Dan kami harapkan Rekan dan Rekanita mengikuti perjalanan kami. Sekian 
                                       eksotisme pemandangan di depan Bunton

Minggu, 29 Januari 2012

rokokku



Pongahku dengan rokok yang menganga
Ku hisap dengan harap
Nikmat
Terlintas,
Ini bukan ganja, yang dapat membuat marley berkarya
Ini pun bukan ekstasi yang bawah sadarkan afriyani
Serta layangkan nyawa

                                                ( 28 jan 2012)
                                                           xenia afriyani, pengaruh ekstasi layangkan nyawa

                                                             bob marley dengan lintingan ganja dia berkarya